Rabu, 21 Juni 2017

Fakta Mudik Lebaran Ini Bikin Warga Jakarta Happy Berhari-hari



Mudik menjadi salah satu ciri khas yang cuma ada di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri tiba. Ternyata mudik tidak hanya dinikmati dengan kesenangan oleh yang melaksanakannya, tapi efek dari mudik tersebut juga dialami oleh masyarakat Jakarta lho, apa saja fakta uniknya?

Setengah penduduk Jakarta meninggalkan kota. Ya, kata ini memang sangat terasa jika mudik lebaran sedang berlangsung karenan memang sebagian besar penduduk Jakarta adalah para pendatang. Menurut data dari Polda Metro Jaya, penduduk yang meninggalkan Jakarta sebanyak 500 ribu jiwa. Dengan berarti sebagian penduduk Jakarta pulang ke kampung halaman. Momen ini akan sangat dinikmati penduduk Jakarta yang merasakan jalanan Jakarta yang lengang dan pastinya tanpa macet.

Sampah di Jakarta berkurang 25 persen. Mengapa demikian? Logikanya semakin banyak orang makan akan semakin banyak pula sampah yang akan dihasilkan. Jika sebagian besar penduduk Jakarta meninggalkan kota ke kampung halaman, maka berkurang pula sampah di Jakarta hampir 25 persen.

Kaya Akan Budaya, Tradisi Perang Ketupat Saat Lebaran di Lombok Ini Super Unik



Menjelang lebaran yang hanya hitungan hari lagi, tentunya banyak tradisi yang dapat kamu temukan di beberapa daerah di Indonesia. Lombok menjadi salah satu daerah yang memiliki tradisi unik dalam menyambut hari raya Idul Fitri nih travelers. Yup, tradisi perang ketupat saat lebaran menjadi salah satu tradisi yang tiap tahunnya terjadi di Lombok. Unik dan sayang jika dilewatkan lho jika kamu sedang berada di Lombok saat hari raya tiba.

Dalam agama Islam mengajarkan bahwa ada keutamaan bagi orang yang menjalankan puasa sunah selama seminggu setelah melaksanakan puasa wajid di bulan Ramadhan. Dari sinilah, masyarakat Lombok mensyukuri berakhirnya puasa sunah tersebut dengan melaksanakan lebaran kedua setelah Idul Fitri yang disebut dengan Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat. Kata “topat” tersebut diambil dari kata ketupat, yaitu makanan khas masyarakat Lombok yang khusus dihidangkan dalam perayaan Lebaran Ketupat. Tradisi Lebaran Ketupat di Lombok telah berlangsung secara turun menurun sejak ratusan tahun yang lalu.

Perang Topat di Lombok (images : lombokonline.com)
Selain merupakan kegiatan lanjutan setelah Hari Raya Idul Fitri, Lebaran Ketupat dianggap memiliki misi mempertahankan tradisi leluhur dan juga nenek moyang. Jika diulas lebih mendalam akan banyak dijumpai banyak nilai-nilai yang terkandung mulai dari nilai budaya, agama hingga pesta kerakyatan. Pada perayaan Lebaran Ketupat, Makam Loang Baloq yang berlokasi tepat di sebelah Pantai Tanjung Karang Mapak akan dipenuhi dengan para peziarah sejak pukul 07.00 pagi. Selain berdoa dengan khusyu', masyarakat Lombok juga berebutan untuk mencuci muka dan kepala dengan air di atas makam yang dianggap keramat.

Setelah melaksanakan ziarah ke beberapa makam adapula ritual keagaman dan atraksi simbolik perayaan tradisi Lebaran Ketupat. Tradisinya antara lain mencukur rambut bayi yang biasa disebut dengan Ngurisan. Tradisi ini diyakini akan menjadikan anak tersebut menjadi anak yang shaleh dan sukses di masa yang akan datang. Tradisi Perang Topat akan diadakan di Pura terbesar di Lombok yang merupakan cerminan kerukunan beragama di Lombok. Tradisi Perang Topat dimulai dengan mengelilingkan sesaji yang berupa makanan, buah dan sejumlah hasil bumi sebagai sarana persembahyangan. Dengan dominasi masyarakat Sasak dan juga beberapa tokoh umat Hindu, prosesi kemudian dilanjutkan dengan perang topat, bertepatan dengan gugur bunga waru atau dalam bahasa Sasak disebut “rorok kembang waru” yaitu menjelang tenggelamnya sinar matahari sekitar pukul 7.30 waktu setempat. Perang topat dilaksanakan sebagai upacara pengungkapan rasa syukur umat manusia yang telah diberikan keselamatan, sekaligus memohon berkah kepada Maha Pencipta.

Sumber : Travel Detik

Tiga Keunikan Tradisi Menjelang Lebaran Yang Hanya Ada di Indonesia


Hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari nih travelers. Indonesia memang menjadi negara mayoritas muslim yang merayakan lebaran dengan tradisi yang berbeda di setiap wilayahnya. Beberapa wilayah tersebut tentunya memiliki syarat makna dan kebersamaan saat hari raya, seperti berikut ini :

1. Meriam Karbit, Pontianak

Meriam Karbit (images : garagara.id)
Dalam menyambut Idul Fitri, warga Pontianak biasanya mengadakan festival rutin sepert meriam karbit yang tepat diadakan saat malam takbiran di sepanjang Sungai Kapuas. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi sejak zaman dahulu, nantinya akan ada ratusan meriam yang terbuat dari bambu dan diberi karbit lalu disulut sehingga tampak seperti perang. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah setempat membuat peraturan baru yaitu meriam karbit hanya dapat dibunyikan pada saat tiga hari sebelum lebaran dan tiga hari setelah lebaran karena sebelumnya meriam karbit dilakukan sepanjan bulan puasa hingga lebaran tiba.

2. Tellasan, Madura

Telasan (images : m.kompasiana.com)
Tradisi masyarakat Madura dalam menyambung tali silaturahmi bukan hanya kepada sanak saudara saja namun juga dengan tetangga dan sesepuh kampung yang biasa disebut dengan Tellasan. Dalam Tellasan, perempuan Madura akan ter'ater yaitu mengantar sebuah hantaran makanan kepada tetangga dan orang yang dianggap sepuh di kampung tersebut. Yang menjadi keunikannya adalah saat mengantarkan hantaran, perempuan Madura akan menggunakan talam/nampan yang ditaruh di atas kepala. Biasanya isi hantaran berupa nasi pettok (nasi putih yang dibungkus daun pisang), ayam adun atau ayam bumbu Bali, kue tradisional dan tapai (tape ketan).

3. Tradisi Bakar Gunung, Bengkulu

Tradisi Bakar Gunung (images : bandungnewsupdate.wordpress.com)
Menjelang lebaran, warga Bengkulu memiliki tradisi Ronjok Sayak atau biasa disebut dengan Bakar Gunung Api. Tradisi ini telah dilakukan oleh Suku Serawai sejak ratusan tahun lalu. Tradisi Bakar Gunung menggunakan batok kepala yang disusun seperti tusuk sate hingga menjulang. Setelah batok kelapa telah disusun lalu ditaruh di depan rumah warga akan dibakar sehingga disebut bakar gunung api.

Selasa, 20 Juni 2017

Cobain Yuk Keseruan Traveling Anti Mainstream Saat Puasa



Melakukan perjalanan religi saat memasuki bulan Ramadhan tentu memiliki makna spesial dibandingkan hari-hari lainnya. Jika kamu ingin menikmasi wisata religi saat bulan puasa ini, beberapa ide wisata anti mainstream ini bisa kamu lakukan lho!

1. Touring Masjid
Saat bulan Ramadhan, banyak masjid yang memiliki tradisi unik lho travelers. Mulai dari menikmati sajian berbuka puasa yang biasa disebut dengan takjil gratis di Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal yang terletak di pusat kota Jakarta ini memiliki arsitektur yang mengagumkan dan memiliki pameran foto lawas tentang awal mula pembuatan pembangunan mesjid. Kamu juga bisa kunjungi Masjid Sunda Kelapa yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda.

2. Ziarah Makam Walisongo
Melaksanakan ziarah di bulan Ramadhan banyak dipilih untuk wisata religi. Ziarah ke makam Walisongo saat bulan Ramadhan tentunya berbeda dengan ziarah biasa, karena kamu akan bertemu dengan orang-orang yang memanjatkan doa dengan khusyuk bahkan menangis tersedu-sedu. Makam yang bisa kamu kunjungi seperti Makam Sunan Muria yang terletak di puncak bukit Muria di Kudus, Jawa Tengah.

3. Backpacker ke Daerah Non-Muslim
Siapa bilang wisata religi gak bisa ketempat daerah yang non Muslim? Walaupun tempat ini menguji iman karena banyaknya toko-toko makanan yang masih buka seperti biasa di siang hari, kamu dapat melatih pengendalian diri dan tenggang rasa terhadap umat agama lain. Jika memang tertarik, kamu bisa mengunjungi Larantuka di NTT atau Minahasa di Sulawesi Utara. 

Sumber : deendaily.com

Senin, 19 Juni 2017

Wow, Makanan Khas Ini Cuma Ada Saat Bulan Ramadhan di Indonesia Lho



Salah satu hikmah bulan puasa tiba adalah saatnya mencicipi kuliner khas yang cuma ada saat bulan Ramadhan. Di Indonesia, kuliner khas saat berbuka puasa banyak sekali macamnya seperti berikut ini :

1. Kicak, Yogyakarta

Kicak (images : arsip.tembi.net)
Kuliner yang berasal dari Yogyakarta ini banyak sekali penikmatnya travelers. Kicak terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa dan juga potongan buah nangka ini telah menjadi kuliner tradisi di kampung Kauman, Yogyakarta. Selain rasanya yang gurih, harganya juga sangat terjangkau lho yaitu sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 tergantung ukuran dan media pembungkus kicak.

2. Pakat, Tapanuli

Pakat (tabloidimaji.com)
Kuliner yang satu ini memang hanya bisa kamu temui saat bulan puasa tiba aja nih travelers. Pakat yaitu makanan yang terbuat dari rotan muda yang telah dipotong berukuran 1 meter yang dibakar diatas tungku selama 1 jam. Setelah dimasak, rotan muda dikupas dan diambil bagian dalemnya yang berwarna putih, kemudian dipotong-potong menjadi ukuran 5 cm. Agar semakin nikmat rotan muda tersebut dibubuhi dengan santan kelapa serundeng.  Bentuk dan rasanya pasti unik ya.

3. Sotong Pangkong, Pontianak

Sotong Pangkong (images : jawapos.com)
Saat bulan Ramadhan tiba, kamu akan menemukan kuliner khas Pontianak di sepanjang Jalan Merdeka nih travelers. Warga Pontianak biasa menyebutnya dengan Sotong Pangkong, yaitu cumi yang dipukul-pukul atau di “pangkong” dalam bahasa Pontianak. Sotong Pangkong merupakan cumi yang dikeringkan lalu dibakar dengan menggunakan arang, setelahnya cumi di akan dipukul-pukul menggunakan palu. Rasanya yang gurih akan semakin nikmat disantap bersama saos cabe dan cuka sehingga keragaman rasa seperti manis, asin dan pedas langsung terasa dimulutmu.

Sumber : uniqpost.com 

Minggu, 18 Juni 2017

Pertujukan Seni Budaya Hingga Aneka Lomba Meriah Ada di Erau International Folklore Art Festival 2017


Mau menyaksikan secara langsung pesta adat yang meriah travelers? Kunjungi saja Erau International Folklore Art Festival 2017 yang pada tahun ini kembali dilaksanakan di ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tenggarong. Untuk festival tahun ini, dipastikan akan diselenggarakan tepat di minggu terakhir bulan Juli yaitu pada 22 – 30 Juli 2017.

Sri Wahyuni selaku dari Kepala Dinas Pariwisata Kukar memilih mengadakan festival tahunan ini di pekan terakhir Juli karena pada bulan tersebut merupakan puncak dari musim liburan, sehingga diharapkan akan lebih banyak menarik pengunjung yang datang. Dalam Erau International Folklore Art Festival 2017, akan dihadiri oleh 8 delegasi kesenian dari mancanegara.

images : wikipedia
Erau berasal dari bahasa Kutai yaitu "eroh" yang memiliki arti ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh suka cita. Suasana yang ramai, riuh rendah suara tersebut dalam arti banyaknya kegiatan sekelompok orang yang mempunyai hajat dan mengandung makna baik bersifat sakral, ritual, maupun hiburan. Pertama kali Erau dilaksanakan yaitu pada Upacara Tijak Tanah dan mandi ke tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun lalu setelah dewasa diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara pertama pada tahun 1300-1325 dan dibuatkan upacara Erau oleh para penduduk. Oleh karena itulah, Erau rutin dilaksanakan saat penggantian atau penobatan Raja-raja Kutai Kartanegara.

Pada penyelenggaran tahun ini, Erau International Folklore Art Festival akan diawali pada Sabtu 22 Juli 2017 dengan gelaran Kirab Budaya Internasional. Kemudian pada tanggal 23 Juli 2017 akan dilakukan Upacara Adat Mendirikan Ayu oleh pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai pertanda festival telah dimulai. Setelah Upacara Adat Mendirikan Ayu telah dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan kegiatan ceremony Erau International Folklore Art Festival 2017 yang bertempat di Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Sedangkan untuk penutupan festival ini akan diadakan pada 30 Juli 2017 yang ditandai dengan upacara adat Mengulur Naga dan Belimbur.

Makanan Khas Buka Puasa di Seluruh Dunia Ini Unik Banget!



Bulan Ramadhan memang menyimpan banyak keunikan yang dapat memberikanmu pengalaman dan pengetahuan yang baru. Seperti makanan berbuka puasa yang berbeda dan memiliki ciri khas tersediri tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia. Hmm.. seperti apa saja sih kuliner khas buka puasa ini?

1. Pakora

Vegetable Pakora (images : sailusfood.com)
Makanan yang berasal dari India ini kaya akan rempah-rempah, memiliki struktur yang memikat dan sederhana. Makanan ini terbuat dari tepung, rempah-rempah dan potongan sayuran yang dijadikan sebagai adonan. Oya, pakora ini biasa disajikan sebagai menu pembuka saat berbuka puasa di India.

2. Fesenjan

Fesenjan (images : persianmama.com)
Kuliner Iran yang satu ini memiliki nama fesenjan atau fasenjoon. Menggunakan bahan dasar unggas-unggasan seperti bebek, ayam, dan burung dara. Fasenjan biasa disajikan dengan nasi hangat dan dimasak dengan sirup delima & kenari sebagai bahan campuran. Banyak yang bilang makanan ini mirip seperti Gudeg di Yogyakarta, dan semakin lama disimpan maka rasanya akan semakin lezat.

3. Harira

Harira (images : halalfoodie.ca)
Ya, makanan khas untuk berbuka puasa di Afrika Utara bernama Harira. Harira dikenal sebagai sup khas dengan daging domba sebagai bahan utamanya. Makanan ini bisa dicampur dengan sayuran ataupun mie. Keunikan lain dari Harira adalah makanan ini diproses dengan bumbu rempah herbal yang terkenal dapat meningkatkan daya tahan tubuh lho.

Sumber : zona1000.com

Rabu, 14 Juni 2017

Intip Tradisi Unik Ramadhan di Belahan Dunia Ini Yuk!


Bulan Ramadhan tidak hanya ditunggu kehadirannya di negara yang mayoritas beragama Islam, ternyata banyak tradisi unik saat bulan Ramadhan di belahan dunia lainnya lho seperti Jepang, Jerman bahkan Rusia. Seperti apa saja keunikannya?







1. Jepang




images : corong.id

Saat Ramadhan tiba, sesama umat Islam di Jepang saling berbagi kebahagiaan. Tempat yang paling populer saat bulan Ramadhan tiba di Jepang yaitu Japan Islamic Centre. Umat Muslim yang berada di Jepang membuat semacam panitia khusus bulan puasa yang bertugas menyusun kegiatan yang akan digelar sepanjang bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut seperti dialog keagamaan, majelis taklim, shalat tarawih berjamaah, hingga penerbitan buku-buku keagamaan. Panitia tersebut juga menerbitkan jadwal puasa dan mendistribusikan ke mesjid, rumah keluarga Muslim dan restoran halal yang berada di seluruh Jepang.


2. Jerman


images : picture-alliance/dpa


Umat Islam yang berada di Jerman didominasi oleh penduduk Turki yang tinggal di negara ini. Oleh karena itu, saat Ramadhan tiba atmosfir Turki akan sangat terasa. Tradisi unik yang ada di Jerman saat bulan Ramadhan yaitu adanya suus (minuman berbahan baku gula hitam), dschellab (gula dan sirup kurma), qamrudin (jus aprikot), qata'ef (kue kering yang direndam sirup gula) dan kalladsch (adonan pilo isi kacang-kacangan).


3. Rusia


images : anehtapinyata.net


Selama 17 jam, umat Muslim di Rusia harus melaksanakan puasa dan merupakan salah satu durasi puasa terlama di dunia. Di Rusia terdapat sekitar 8.000 masjid dan 20 juta umat muslim serta 2 juta diantaranya tinggal di Moscow. Menu berbuka puasa di Rusia selain menyantap kurma dan buah-buahan, namun mereka juga mengkonsumsi makanan berupa roti yang terbuat dari tepung yang diisi dengan berbagai aneka masakan. Khinglash adalah sebutan jika roti tersebut berisi labu ataupun keju, sedangkan Galnash jika terbuat dari gandum. Sementara untuk minumannya, masyarakat Rusia minum kvass yaitu minuman tradisional non-alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi yang dicampur dengan perasa buah.


Rabu, 07 Juni 2017

Ada Masjid di Bawah Laut Pertama di Indonesia? Yuk Wisata Religi Ke Tempat ini!



Indonesia memiliki banyak keberagaman ras, suku bahkan agama yang tentunya selalu menjadi cerita dan daya tarik tersendiri. Penduduknya yang mayoritas beragama Islam, membuat Indonesia memiliki banyak tempat wisata religi yang dapat ditelusuri. Banyak pula destinasi nusantara yang menawarkan keindahan yang berbalut nuansa islami.
Contohnya seperti Desa Wisata Bubohu, Bongo, Kecamatan Batuda’a Pantai, Kabupaten Gorontalo. Desa ini dapat 
ditempuh sekitar 25 menit dari pusat kota Gorontalo. Apa keunikan dari desa ini? Di desa ini kamu akan disambut dengan suasana alam yang masih asri yang dibalut dalam keberagaman tradisi dan kesederhanaan para penduduk yang masih menjaga nilai-nilai keislaman.




































Desa Bubohu (images : wikimedia)

Desa Bubohu memiliki banyak destinasi wisata religi seperti pesantren alam karena tempat ini dikelilingi oleh pepohonan rimbun serta dua kolam renang yang memiliki bentuk unik yang diberi nama Kolam Santri dan Kolam Asmaul Husna. Akses ke kolam renang ini dapat diakses siapapun dan tidak memungut biaya. Terdapat pula Museum Fosil Kayu yang menyimpan ratusan fosil kayu yang ditata serupa karya seni instalasi.


Satu wisata yang tidak boleh kamu lewatkan saat berada di Desa Bubohu adalah Masjid Walima Emas. Masjid fenomenal di Gorontalo memiliki keunikan karena berdiri di atas bukit dengan ketinggian sekitar 250 kaki di atas permukaan laut. Dari masjid inilah, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan berupa hamparan luas Samudera dan bukit di sekitarnya. Tidak hanya Masjid Walima Emas, beberapa sumber menyebutkan bahwa saat ini di Desa Bubohu akan segera membangun masjid bawah laut pertama di dunia. Kira-kira akan seperti apa jadinya ya masjid bawah laut ini? Kita tunggu saja info selanjutnya dari pemerintah setempat ya travelers.   
















Sumber : travel.dream.co.id

Negara Bebas Visa Ini Layak Kamu Jadikan Tempat Wisata Saat Bulan Ramadhan Lho!


Traveling saat bulan Ramadhan dan memilih liburan keluar negeri memang gak ada salahnya travelers. Nah, buat kamu yang mau liburan ke negara bebas visa seperti berikut ini tentunya akan memberi pengalaman baru karena dikunjungi saat bulan Ramadhan :


1. Singapore


Sultan Mosque Singapore (images : wisatasingapura.web.id)
Negara tetangga kita ini memang membebaskan visa untuk pemegang passport Indonesia. Walaupun umat Muslim bukan merupakan mayoritas penduduk di negara ini, namun pelaksanaan bulan Ramadhan tetap dilakukan dengan meriah lho. Selama bulan Ramadhan kamu bisa menikmati serunya Singapore Great Sale yang selalu diadakan tiap tahun. Selain itu terdapat pula Festival Idul Fitri yang akan dilaksanakan di Kampung Glam dan Geylang Serai.

2. Iran


images : theduran.com

Mengunjungi Iran menjadi salah satu impian para Muslim di Indonesia ataupun di dunia, karena negara ini memang memiliki banyak arsitektur mesjid yang sangat indah. Untuk wisata religi kamu bisa mendapatkan visa on arrival atau visa yang dapat kamu miliki ketika sampai di Iran dalam jangka waktu dua minggu.



3. Maroko


Maroko (images : lifestyle.okezone.com)

Kebijakan visa bagi warga negara Indonesia diberlakukan selama 90 hari jika kamu berkunjung ke Maroko lho travelers. Jika kamu berkunjung ke Maroko saat bulan Ramadhan jangan lupa mengunjungi menara tertinggi di dunia yang terletak di kota Marakech, setelah itu mencicipi hidangan buka puasa ala Maroko di Souk dan menjelajahi kota tua di Fez. 


Sumber : herworld.co.id 

Images : touropia.com

Selasa, 06 Juni 2017

Unik dan Tersembunyi, Tempat Wisata di Yogyakarta Gak Ada Matinya

Kota pendidikan yang juga merupakan kota wisata ini gak henti-hentinya memberikan tempat wisata baru yang memiliki pemandangan yang indah. Gak cuma Malioboro dan juga Candi Borobudur, namun kini banyak spot baru yang bisa kamu kunjungi saat berlibur ke Yogyakarta seperti berikut ini :

1. Pantai Ngrumput


Pantai Ngrumput (images : eksotisjogja.com)

Nama pantai ini memang gak terlalu terdengar walaupun berada di jajaran pantai yang ada di Gunungkidul. Walaupun tidak sepopuler Pantai Indrayanti dan Pantai Baron, namun keindahan yang ditawarkan Pantai Ngrumput tidak kalah bagusnya lho. Lokasinya yang berada di lokasi yang terpencil, cocok buat kamu yang mencari ketenangan saat liburan memilih Pantai Ngrumput karena memang belum terjamah banyak wisatawan.

2. Air Terjun Gedad


Air Terjun Gedad (images : gunungkidulku.com)

Setelah barisan pantai yang terbentang di sepanjang Gunungkidul, wisata air terjun juga banyak memikat para wisatawan baik domestik hingga mancanegara. Air Terjun Gedad salah satunya yang kini banyak dilikirik karena memiliki deras air yang sangat indah. Jika kamu tertarik melihatnya secara langsung, datangi saja ke Dusun Gedad,Desa Banyusoco, Kecamatan Playen.

3. Hutan Pinus Pengger


Hutan Pinus Pengger (images : wisatabaru.com)

Jika kamu sudah pernah mengunjungi Hutan Pinus Imogiri yang hits di beberapa tahun belakang, saatnya kamu lihat juga indahnya Hutan Pinus Pengger yang terletak di Desa Terong tidak jauh dari Kebun Buah Mangunan. Di hutan ini kamu bisa bebas mengekspresikan diri hingga foto-foto.


Sumber : Hipwee.com

Senin, 05 Juni 2017

Ini Nih Tempat Wisata Yang Cocok Dikunjungi Selama Bulan Puasa

Traveling memang gak kenal musiman, walaupun saat bulan puasa tetapi hasrat untuk tetap jalan-jalan tentunya selalu terlintas di dalam pikiran kan travelers. Tidak semua jenis tempat wisata bisa dikunjungi saat bulan puasa tiba, kamu bisa mengganti tempat wisata yang cocok dikunjungi seperti berikut ini :

1. Museum

Salah satu tempat wisata yang gak banyak mengurangi tenaga saat bulan puasa adalah wisata sejarah ke museum. Tempat wisata yang berada di dalam ruangan ini tentunya akan sangat nyaman dikunjungi. Selain gak menghalangimu saat puasa, berwisata ke museum tentunya akan menambah wawasan lho.

2. Wisata Religi

Wisata yang paling menyenangkan karena selain menambah pengalaman tentunya juga menambah pahala adalah wisata religi. Indonesia terkenal dengan memiliki banyak mesjid yang bisa kamu jadikan destinasi untuk memperdalam agama saat bulan puasa. Selain mesjid, kamu juga bisa berziarah ke makam-makam para Sunan dan tokoh Islam lainnya.

3. Taman Kota atau Taman Bermain

Wisata murah meriah tentunya banyak disenangi para travelers. Memilih liburan saat bulan puasa di taman kota ataupun taman bermain akan menjadi pilihan yang menyenangkan. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kamu bisa santai sejenak di taman sambil ditemani berbagai macam buku bacaan atau mendalami ilmu agama dari buku panduan yang ada.


Sumber : brobali.com 
Image : nasional.harianterbit.com

Minggu, 04 Juni 2017

Tetap Traveling Saat Bulan Puasa? Kenapa Gak, Begini Tips Mudahnya!


Memasuki bulan Ramadhan, tentunya banyak dari kita yang lebih memilih untuk lebih banyak berada di rumah atau tidak melakukan aktifitas yang menguras tenaga. Namun jika kamu merasakan kejenuhan pada aktifitas sehari-hari, rasanya tidak ada salahnya lho jika kita tetap melakukan liburan untuk refreshing sejenak selama masa bulan puasa. Agar puasa tetap terjaga hingga menjelang berbuka, berikut tips yang bisa kamu ikuti agar liburan selama bulan puasa berjalan lancar :


1. Konsumsi Makanan Dengan Nutrisi Tinggi Saat Sahur

Saat sahur sebaiknya kamu lebih memperhatikan nutrisi dan gizi yang tinggi agar tetap fit selama seharian berpuasa. Cara mudahnya seperti mengurangi konsumsi teh yang dapat membuatmu cepat merasakan haus dengan menggantinya dengan madu yang akan memberikan tenaga ekstra. Jadi liburan akan terasa nyaman selama mengunjungi tempat wisata yang telah dijadwalkan.

2. Pilih Tempat Liburan Indoor

Liburan saat melaksanakan puasa akan tetap dapat dilaksanakan lebih mudah jika kamu memilih tempat wisata yang ada di dalam ruangan seperti museum, jelajah mesjid sebagai wisata religi ataupun tempat indoor lainnya yang akan mencegahmu tidak mudah lelah.

3. Mempersiapkan Diri Dari Jauh Hari & Tahu Informasi Tempat Wisata Yang Akan Dikunjungi

Membuat agenda sangat penting dilakukan sebelum melakukan perjalanan traveling. Tujuannya adalah agar kamu tidak merasakan kebingungan dan repot sendiri saat sampai di tempat wisata yang dituju. Gak mau kan badan jadi lemas karena sibuk sendiri mencari lokasi tempat wisata yang kamu pilih?


4. Jangan Terlalu Banyak Pilihan Destinasi Yang Akan Dikunjungi

Meskipun tetap bisa traveling saat berpuasa, bukan berarti aktifitas yang dilakukan akan sama dengan hari-hari biasanya. Mengurangi pilihan destinasi saat traveling harus kamu lakukan agar tidak banyak tenaga yang keluar. Jika biasanya kamu akan berkunjung ke 4 tempat wisata, saat puasa kamu bisa menguranginya menjadi 2 tempat wisata saja.


Sumber : kesiniaja.com